Tunggu Evaluasi Kemendagri, Pemprov Jabar Belum Ambil Keputusan Terkait Pinjaman Daerah

MII NEWS

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:29 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) belum mengambil keputusan final terkait rencana pinjaman daerah Rp3,4 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Berbagai kemungkinan masih disiapkan sambil menunggu evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2026.

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Herman mengatakan, Raperda APBD Perubahan 2026 beserta lampirannya telah dikirimkan kepada Kemendagri setelah melalui rapat paripurna DPRD Jabar. Pemda Provinsi Jabar kini menunggu hasil evaluasi tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kita tunggu dari Kementerian Dalam Negeri. Paripurna sudah dilaksanakan, Raperda tentang APBD Perubahan beserta lampirannya sudah kita kirimkan ke Kemendagri,” kata Herman di Gedung DPRD Jabar, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memastikan perkembangan proses tersebut, Pemda Provinsi Jabar juga telah menugaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk berkoordinasi dengan pihak Kemendagri.

Sekda Herman berharap evaluasi oleh Kemendagri segera diselesaikan sehingga hasilnya dapat dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Informasinya mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan selesai. Baru kami sampaikan seperti apa tindak lanjutnya,” ujarnya.

Setelah evaluasi Kemendagri diterima, hasilnya akan dibahas oleh eksekutif dan legislatif. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selanjutnya akan berkoordinasi dengan Badan Anggaran DPRD Jabar sebelum masuk ke tahapan penetapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia memastikan TAPD bersama jajaran Pemda Provinsi Jabar menyiapkan sejumlah skenario agar kebijakan yang diambil tetap berada dalam koridor kesehatan fiskal daerah.

“Pokoknya kami siap dengan semua kemungkinan. Dari sisi eksekutif, Pak Gubernur, kami di TAPD menyiapkan semua kemungkinan yang terbaik untuk Jawa Barat,” tuturnya.

Herman juga memastikan kondisi fiskal Jawa Barat saat ini masih aman dengan likuiditas yang terjaga. Karena itu, Pemda Provinsi Jabar memilih menahan langkah lebih lanjut sambil menunggu hasil evaluasi Kemendagri.

“Kalau sekarang kondisi fiskalnya aman, likuiditas terjaga. Makanya kita hold sampai dengan memastikan fiskal tetap bisa kita jaga, sambil menunggu evaluasi,” katanya.

Ia menegaskan, APBD Jawa Barat tetap dikelola secara terukur dan dapat dikendalikan.

Bagi Herman, kualitas pengelolaan keuangan daerah pada akhirnya tidak semata-mata diukur dari ada atau tidaknya pinjaman, melainkan dari kemampuan pemerintah mengelola APBD secara sehat, terukur, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
Adi Komar

Berita Terkait

BramastaNews: Selamat! Rini Anggraeni dan Azhar Dzulfiqar Resmi Menikah, Keluarga Ucapkan Terima Kasih Atas Doa Restu
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Rencana Peletakan Batu Pertama Masjid IKMT Dibahas, Ini Respons Andre Rosiade

Minggu, 4 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Satu Bus dari Tasikmalaya, IKM Siap Berikan Dukungan untuk Semen Padang FC

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Persiapan Masjid IKM Tasikmalaya Berlanjut, Teknik Sipil Unsil Lakukan Uji Sondir

Sabtu, 26 September 2026 - 15:41 WIB

Kabau Sirah Menang di Ciamis, Dukungan Dunsanak Minang dari Tasikmalaya Menggema

Kamis, 24 September 2026 - 20:30 WIB

Fasilitas Mewah di Balik Jeruji Besi: Ombudsman Temukan Ruangan Bak Hotel di Lapas Cibinong

Berita Terbaru